Senin, 29 Agustus 2011

MOTIVATION AND VALUES

Consumer Behavior Class (Kelas perilaku konsumen) Tuesday Morning Department of Family and Consumer Sciences – College of Human Ecology – Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, Msc

Session 2 :

Motivation and Values
Oleh Dwifeny Ramadhany, Mayor IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen) – College of Human Ecology

Motivasi muncul ketika kebutuhan itu ada dan keinginanpun muncul karena adanya penggerak.
Ada beberapa jenis kebutuhan, seperti :
1. Kebutuhan Utilitarian, yaitu kebutuhan yang terlihat. Contohnya : makan
2. Kebutuhan Hedonic, yaitu kebutuhan yang tidak terlihat. Seperti kepuasan, berpuasa.

Kekuatan motivasi adalah derajad keinginan untuk mendapatkan motivasi dalam mencapai suatu tujuan. Ada theory yang membahas mengenai motivasi, seperti :
Kebutuhan Biologis mendorong motivasi disebut Drive Theory.
 Sesuatu yang mendorong untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan disebut Expentancy Theory
 Keinginan merupakan kebutuhan yang belum terpenuhi.

Macam-macam kebutuhan :
  •  Biogenic Needs : Kebutuhan Biologis, untuk bertahan hidup.
  • Psychogenic Needs : Kebutuhan psycogenic
  • Utilitarian Needs : Kebutuhan untuk mendapatkan manfaat
  • Hedonic Needs : Kebutuhan yang menggambarkan kepribadian seseorang.
Motivasi terkadang menimbulkan konflik, yaitu positif goal dan negatif goal. Kebutuhan berguna untuk :
1. Achievement : lux
2. Affiliation : Kebutuhan untuk bersama orang lain
3. Power : seperti bisa memerintah, menguasai orang lain. Contoh : Partai politik
4.Uniqueness : berbeda dari orang lain.

Kebutuhan Hierarchy dari Maslow


Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan yang membentuk tingkatan-tingkatan atau disebut juga hirarki dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai atau didapat. Motivasi manusia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi.
Kebutuhan maslow harus memenuhi kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. Untuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya.
Lima (5) kebutuhan dasar Maslow - disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :
1. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
3. Kebutuhan Sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.


 Contoh Slogan Jeans berdasarka Theory Maslow :
  • Kebutuha fisiologis ;  Jeans... Celana sejuta umat :)
  • Kebutuhan Rasa aman : Celana lo Robek !! Makanya pake jeans.. Bahannya kuat g' nyusahin ..


Berbicara tentang keputusan pembelian yang dilakukan konsumen, maka tidak terlepas dari konsep keterlibatan. Tingkat keterlibatan konsumen dalam keberadaannya dipengaruhi kepentingan masing-masiang yang timbul dari kekuatan rangsangan. Atau dengan kata lain seseorang merasa terlibat dengan produk merupakan dampak dari penting atau tidaknya dia terhadap produk
Inersia : Konsumsi yang mempunyai keterlibatan rendah. Sedangkan barang-barang mahal, seperti fashion memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi.
  • Keterlibatan produk adalah tingkat ketertarikan konsumen terhadap sebuah produk.Contoh Hp vs Jam tangan
  • Consumer Value : Kepercayaan, dimana suatu kondisi lebih disukai seseorang dibanding orang lain dengan cara mengkonsumsi produk dan jasa. Misal nya : Orang lebih terlihat muda setelah potong rambut.
  • Core Value : Value yang dibagi sehingga dirasakan bersama dalam sebuah budaya.













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar